13.2.15

Demam berdarah serang Kota Blitar

BLITAR - Penyakit demam berdarah dengeue (DBD) diam diam juga menyerang Kota Blitar. Penyakit yang berakibat tergerogotinya trombosit darah tersebut tersebar di 10 kelurahan. Total sebanyak 11 kasus itu merata di wilayah Kecamatan Sananwetan, Kecamatan Kepanjen Kidul dan Kecamatan Sukorejo.


“Meski demikian, kita belum perlu menetapkan status kejadian luar biasa (KLB), “ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Daerah Kota Blitar, Harni Setyorini kepada wartawan, Minggu (1/2/2015).

Selain pengasapan (fogging) dan abatisasi, yakni menaburi sumur dan tempat tempat air dengan abate, dinas memilih menggiatkan kampanye pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dinas menggencarkan prilaku hidup sehat, khususnya pada konteks melenyapkan segala yang sesuatu yang bisa menjadi perkembangbiakkan nyamuk.

“Hal itu mengingat di musim penghujan yang diselingi panas tersebut menimbulkan banyak genangan. Ini yang harus diwaspadai, “terangnya.

Harni melihat angka kasus di bulan Januari 2015 berpotensi meninggi. Hal itu bila dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2013, serangan DBD selama setahun tercatat 77 kasus. Sedangkan pada 2014, kasus DBD meningkat menjadi 87 kasus.

“Sementara ini baru awal bulan, sudah terdapat 11 kasus. Ada kecenderungan kasus akan meninggi. Karenanya kita menghimbau semuanya untuk mewaspadai,“ tuturnya.

Sementara di wilayah Kabupaten Blitar DBD telah menyerang 15 kecamatan. Tercatat sebanyak 35 kasus. Dibandingkan tahun 2014 dengan bulan yang sama (Januari), yakni 11 kasus, serangan di awal tahun 2015 lebih dahsyat.

Kendati demikian, Pemkab Blitar juga menilai belum perlu menetapkan status KLB. “Belum perlu KLB. Lagipula penetapan KLB merupakan kewenangan kepala daerah, “ujar Kasi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Blitar Eko Wahyudi.

Pada tahun ini serangan DBD di Kabupaten Blitar lebih luas. Indikasinya, DBD tidak hanya terjadi di tiga kecamatan endemis, yakni Kesamben, Sanankulon dan Srengat. Beberapa kecamatan yang sebelumnya tidak pernah terjadi kasus DBD, tahun ini juga terjangkit.

“Untuk menanggulangi kasus DBD ini, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp600 juta. Diperkirakan siklus lima tahunan ini akan berlangsung hingga bulan Maret mendatang, “terangnya.

Solichan Arif
Jurnalis
http://news.okezone.com/read/2015/02/02/340/1100036/nyamuk-demam-berdarah-menyerang-kota-blitar

/span>

0 komentar:

Posting Komentar