27.1.21

Riset tentang konsep Autophagi yang di implentasikan dalam bentuk lapar (PUASA)

Riset tentang konsep *Autophagi* yang di implentasikan dalam bentuk lapar ( *PUASA* ) telah membuahkan *NOBEL* bagi peneliti Jepang

*AUTOPHAGI*
Konsep autophagi adalah, bahwa ketika tubuh seseorang lapar, maka sel-sel tubuhnya pun ikut lapar dan akan memakan sel-sel dirinya yang sudah tidak beguna lagi atau sel-sel yang telah rusak (sel mati) agar tidak menjadi sampah dalam tubuh yang bisa membahayakan tubuh atau dengan kata lain tubuh orang yang berpuasa akan membersihkan dirinya sendiri!!!..

Seorang ilmuwan telah membuktikan dan telah menemukan bahwa ketika seseorang lapar (PUASA) dalam jangka waktu tidak kurang dari 8 jam dan tidak lebih dari 16 jam, maka tubuh akan membentuk protein yang khusus yang disebut *autophagisom* diseluruh bagian tubuh. *Autophagosom* tersebut bisa dianalogkan sebagai suatu sapu raksasa yang mengumpulkan sel-sel yang tidak berguna (sel-sel mati) dan ternyata juga sel-sel lain yang membahayakan tubuh, seperti sel kanker serta sel berbentuk kuman (virus atau bakteri) penyebab penyakit, lalu protein *autophagisom* tersebut menganalisanya dan memakan sel-sel berbahaya tersebut.

*Kesimpulan dari riset tersebut, menyarankan agar seseorang bisa menjalani praktek melaparkan diri (PUASA) dua atau tiga kali dalam seminggu.*

Penelitian ini telah memenangkan penghargaan *NOBEL KEDOKTERAN* kepada dokter Jepang, yaitu Yoshinori Ohsumi atas riset yang ia namakan *AUTOPHAGI.*

Alhamdulillah bagi Muslim, disunahkan puasa Senin dan Kamis, artinya bahwa konsep AUTOPHAGI sesungguhnya sudah disarankan sejak 1,5 abad yang lalu oleh Rasulullah SAW.... *wallahu a'lam bishawab*

https://www.nobelprize .org /prizes/medicine/2016/press-release/
/span>

17.1.21

Cara Permohonan Usulan Santunan Ahli waris Covid 19

Persyaratan untuk permohonan usulan santunan Ahli Waris korban Covid-19 sebesar 15 juta per orang:1. Fotocopy surat keterangan meninggal dunia dari rumah sakit / puskesmas (legalisir) atau kutipan Akta Kematian dr Dukcapil. 2. Surat keterangan bahwa yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 dari Dinas Kesehatan kab/ kota setempat. 3. Surat keterangan Ahli Waris (asli) 4. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) korban dan Ahli waris. 5. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) korban dan ahli waris. 6. Fotocopy Rekening Tabungan yang masih aktif atas nama Ahli Waris.7. Setelah semua ada, serahkan ke dinas sosial setempat untuk di proses.8. Uang santunan ini akan di transfer langsung ke rek ahli waris tanpa potongan Serupiahpun.Dasar hukum :Dasar :Surat Edaran Kementerian Sosial (Kemensos) RI Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020, tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat COVID-19.*infokan ini kepada keluarga korban*(Shere by komisi nasional lp-kpk cabang blitar)
/span>

11.1.21

MEMESAN TAKDIR-Tragedi Sriwijaya Air

*MEMESAN TAKDIR*

Oleh: Abdi Mahatma

NAMANYA Rachmawati. Ia orang Mempawah, Kalimantan Barat. 35 tahun silam, ia pernah jadi Qoriah Internasional. Kini bekerja sebagai pegawai di Kemenag RI. Sabtu siang, ia sudah bersiap menuju bandara dan hendak terbang ke Pontianak. Tiket sudah dipesan. Pesawatnya Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182. Berangkat pukul 14.00 WIB.

Hanya saja, hasil tes PCR-Swabnya telat keluar. Layanan kesehatan tempatnya tes Covid baru bisa mengeluarkan resume medis, Sabtu siang, atau nyaris bertepatan dengan jadwal take off. Rachmawati pasrah. Ia memilih membatalkan keberangkatan, dan memesan tiket maskapai lain untuk terbang Minggu, pagi ini.

Mendadak ia merasa sangat bersyukur. Gara-gara hasil PCR-nya telat keluar, ia terhindari dari tragedi. Tuhan belum melist-nya dalam daftar sebagai korban Sriwijaya Air yang jatuh, Sabtu (9/1) kemarin.

Atma Budi Wirawan punya kisah berbeda. Bersama tujuh anggota keluarganya, mereka sudah memesan dan membeli tiket Sriwijaya Air untuk terbang ke Pontianak, Sabtu siang. Begitu mendengar bahwa semua penumpang yang hendak terbang ke Kalimantan Barat harus mengantongi hasil tes swab Covid-19, Budi dan keluarganya dilema. Delapan orang itu sama dengan 9,6 juta rupiah.

Mereka lalu berembuk. Kesepakatannya, tiket pesawat biarkan hangus. Mereka memilih naik kapal Pelni. Harganya Rp220 perorang, jauh lebih murah dari biaya PCR. Meski harus melewati perjalanan panjang dan mungkin lelah karena berlayar, opsi itu dipilih demi menghindari tes swab.

Minggu pagi ini, mereka tiba di Pontianak. Mendengar informasi soal tragedi Sriwijaya Air, semuanya tertegun. Andai tetap ngotot untuk terbang dan tidak mempersolkan biaya tes swab, bisa saja situasinya berbeda bagi mereka.

Setali tiga uang dengan Agustiawan. Ia mahasiswa asal Pontianak. Sabtu siang, ia berencana pulang kampung. Tiket sudah ia pesan, bahkan telah tiba di bandara. Menjelang terbang, ia mendadak ditelepon ibunya. Ia dilarang pulang, dan diminta fokus mengurusi ujian akhir semesternya. Perintah ibu ia turuti, ia lolos dari tragedi.

Kisah-kisah ini saya kutip dari portal berita nasional yang relatif kredibel. Jadi informasinya bisa dipercaya. Orang-orang yang lolos dari maut itu adalah cerminan bagi kita semua, bahwa takdir memang tidak bisa diundur dan tidak bisa dimajukan. Tuhan sudah mengatur semua panggung manusia.

Sebagai seorang muslim, saya beberapa kali bertemu dan membaca Al A’raf ayat 34 dalam Alquran. Disana, Tuhan memperingati umatnya. “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”

Masing-masing dari kita hanya sedang menjalani takdir. 

Segalanya sudah tertulis di Lauful Mahfuz, dan tidak bisa diotak-atik lagi. Manusia memang berhak untuk merencanakan, tapi yakinlah bahwa takdir telah menciptakan momentum bagi kita.

Saya jadi ingat dengan Djenar Mahesa Ayu. Dalam sebuah puisinya, ia berujar :

“Kita bisa memesan bir, namun tidak bisa memesan takdir”

Semoga proses pencarian terhadap semua korban tragedi Sriwijaya Air dimudahkan dan menemukan hasil terbaik.
***

😭PrayForSriwijaya😭
/span>

8.1.21

Beruntungnya yang sdh ikut BPJS

Alhamdulillah

Beruntungnya yang sdh ikut BPJS...

Sesuai dengan Kepres No. 13/Kepres/RI/XII/2020, bahwa semua keluarga yang sudah mempunyai Kartu BPJS, akan menerima bantuan langsung tunai sebesar Rp. 4.000.000,- per bulan per Kartu Keluarga (KK) hingga pandemi covid 19 dinyatakan tuntas.

SYARAT2:

1. Foto Copy KK

2. Foto Copy Kartu BPJS

3. Foto Copy KTP Kepala Keluarga

4. Masing-masing rangkap 2

Dana sudah dapat dicairkan langsung mulai 2 Januari 2021, dengan membawa syarat tersebut ke Bank BUMN (MANDIRI, BRI, BNI)

Hal ini merupakan komitmen terbaru dari Menteri Keuangan RI & Menteri Kesehatan RI, diperkuat pidato Presiden RI di depan semua Kepala Daerah Indonesia.

Selain itu, beliau juga mempertegas akan memperbarui APBN 2021 untuk direvisi "Bantuan Langsung".

Alhamdulillah, ternyata benar, rezeki itu datangnya tak diduga-duga.

Mari kita semua senantiasa bersyukur,...

_____________

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, tulisan di atas dapat digolongkan dalam :

A. Cerpen

B. Cerita rakyat

C. Cerita khayal

D. Kesambet

E. Kesurupan

F. Dodol

Pilih jawaban yang kamu anggap benar...🤭
/span>

7.1.21

Kawasan Benteng Pendem Ngawi Mulai Direvitalisasi

Perintah Jokowi, Kawasan Benteng Pendem Ngawi Mulai Direvitalisasi.Benteng Van Den Bosch atau kondang disebut Benteng Pendem merupakan salah satu kawasan cagar budaya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Peninggalan berusia ratusan tahun itu, kini mulai direvitalisasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).Penataan kawasan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo usai meninjau bangunan bersejarah tersebut pada 1 Februari 2019 silam.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konsep revitalisasi Benteng Pendem dilakuka sesuai fungsi sebagai tujuan wisata yang selaras dengan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal, mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan. Dalam penataannya, PUPR pun turut melibatkan pemerintah daerah setempat.Revitalisasi Benteng Pendem yang dilakukan Kementerian PUPR tetap mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya. Destinasi wisata heritage yang berada di Kelurahan Pelem, Ngawi ini dikenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa.Dikutip dari situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Ngawi www.ngawitourism .com, pada abad ke-19, sebelum Benteng Pendem dibangun, wilayah ini menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur. Selain itu wilayah ini juga menjadi pusat pertahanan Belanda dalam Perang Diponegoro.Berhasil menduduki wilayah Ngawi pada 1825, pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem untuk mempertahankan kedudukan dan fungsi strategis Ngawi serta menguasai jalur perdagangan.Saat ini kondisi benteng ini terlihat memprihatinkan dan minim perawatan. Dinding bangunan utama yang berada di kawasan tersebut terlihat rusak dan kusam, serta beberapa bagian bangunan juga hilang.Sejak 10 Desember 2020, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya mulai melakukan restorasi Benteng Pendem dengan tetap melindungi elemen-elemen bangunan utama sesuai dengan tahapan pelestarian bangunan gedung cagar budaya, sehingga pemugaran tidak menghilangkan arsitektur asli bangunan tersebut.Terdapat 13 bangunan yang akan dilakukan restorasi, di antaranya bangunan barak tentara, mess perwira, dapur umum, kediaman dan kantor jenderal, baston, dan gerbang.Kemudian juga dilakukan penataan kawasan dengan membangun akses jalan, drainase, pedestrian, jembatan, dan lansekap. Selain itu dibangun pula fasilitas tambahan seperti deep wheel, power house, toilet, tempat pemrosesan akhir (TPA), serta sarana prasarana air bersih.Penataan kawasan Benteng Pendem Ngawi seluas kurang lebih 42.181 meter persegi ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan masa pengerjaan 780 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Januari 2023. Anggaran revitalisasi bersumber dari APBN 2020-2023 (multy years contract) dengan nilai kontrak Rp 113,7 miliar.Diharapkan program revitalisasi Benteng Pendem dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik serta mancanegara, sehingga akan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.Untuk diketahui, bangunan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain megah dan bagus, kawasan ini juga banyak menyimpan spot foto yang sangat menarik.Lokasi Benteng Pendem ini pun sangat strategis dan mudah dijangkau. Anda bisa menempuhnya dengan waktu sekitar dua jam dari Surabaya via Tol Trans Jawa. Lokasinya sekitar 3 km dari pusat kota Ngawi.
/span>

2.1.21

Sebuah tulisan yang bagus dari Direktur HR BBG

Sebuah tulisan yang bagus dari Direktur HR BBG

AGILITY
Minggu yang lalu, ada topik viral yang dibahas banyak orang. Presiden melantik beberapa menteri, termasuk seorang Menteri Kesehatan yang baru, dan bukan seorang dokter. Langsung topik ini viral, “Kok Menkes bukan seorang dokter?”
Dan kemarin Menteri Kesehatan yang baru pun tampil di depan public untuk menyampaikan update tentang penanganan krisis yang sedang berjalan.
Saya melihat YouTube nya dari awal sampai akhir, mengamati communication style, caranya menangani krisis dan saya berkata,”He is not a medical doctor, he is a great leader” (Dia memang bukan Dokter, tapi dia seorang Leader). And that’s the inspiration for our future.
Dan dalam suasana krisis seperti saat ini, bukankan kita memerlukan seorang Leader? Apakah seorang CEO perusahaan telekomunikasi harus seorang insinyur? Apakah pelatih sepakbola harus pernah menjadi pemain sepakbola terbaik? Dan daftar pertanyaan itu bisa diperpanjang …?
*
Padahal ternyata, ada seorang CEO perusahaan minyak yang bukan lulusan perminyakan. Ada seorang CEO sebuah bank internasional yang lulusan Teknik Kimia. Dan ada pelatih sepakbola yang hebat (Jose Morinho) yang dulunya tidak pernah bermain di Liga sepakbola yang top.
Bee, seorang sahabat saya dulunya pramugari, sekarang menjadi Managing Director, sebuah perusahaan consulting terkenal. Saya adalah seorang insinyur computer (Master saya dalam bidang Artificial Intelligence) yang sekarang menjadi HR Director. Saya pernah bekerja di bank, dan merecrut seorang lulusan Micro-biology, dan sekarang dia menjadi banker yang ulung.
*
Kadang ada yang bertanya,” Terus ngapain kuliah di satu bidang, dan kemudian kerja di bidang lain?”
Well, Bahasa humornya adalah HIMASALJU (Himpunan Mahasiswa Salah Jurusan). Itu yang untuk lucu-lucuan. Tapi secara serius, tentu saja kita bisa menganalisa dua hal:
Pertama, semua orang berhak untuk memilih pekerjaan apa yang sesuai dengan passion-nya, dan membuat dia bermanfaat bagi lebih banyak orang kan?
Kedua, Bukankah kita memang harus selalu belajar terus, meng-update diri kita dengan ilmu baru sesuai perkembangan jaman?
Memangnya lulusan ekonomi harus selalu belajar ekonomi? Bagus dong kalau dia belajar IT? Memangnya lulusan perminyakan harus terus belajar perminyakan? Bagus dong kalau dia belajar tentang business management?
Banyak di antara kita yang tenggelam dalam bidang yang kita tekuni. Lupa untuk belajar something new. Padahal skills apapun yang kita kuasai suatu saat akan tergantikan oleh CPU yang senilai hanya 3 juta rupiah. That’s life. Your strength can kill you.
Seorang sahabat saya baru saja kehilangan pekerjaannya, terkena efisiensi dari perusahaannya, karena industry di mana dia bekerja sedang terkena krisis, dan trend bisnisnya terus menurun.
Sekarang dia kebingungan mencari pekerjaan karena dia hanya menguasai skills itu. Padahal dia pintar sekali. Lupa untuk mempelajari hal-hal lain di luar bidang keilmuannya.
Kenapa gak buka usaha sendiri? Buka usaha sendiri juga perlu kemampuan finance, marketing …dll, di luar bidang yang dia dalami selama ini.
Kuncinya adalah belajar terus, dan menghargai orang lain yang pernah berhasil membuktikan dirinya mampu mempelajari beberapa bidang keahlian, di luar bidang yang tadinya dialami di kuliahnya. That’s agility.
*
Artificial Intelligence sudah membuktikan bahwa computer sudah bisa menggantikan penjaga tol, teller bank, sopir mobil, dokter, lawyer, guru, pembaca berita TV, peramal saham ...dan lain lain. Sebentar lagi hal ini akan semakin meraja lela.
Apa yang harus kita lakukan? Belajar sesuatu yang baru, yang belum bisa digantikan oleh komputer atau robot. Apa saja! Karena itu akan mendidik kita untuk mengembangkan agility, sehingga kita mampu mempelajari hal yang baru.
Banyak orang yang hanya mempunyai satu skills dan suatu saar mereka akan berada dalam bahaya karena skills mereka tidak relevant lagi. Your skills can kill you (if you don’t learn new/other skills).
*
Makanya harus membiasakan diri untuk belajar sesuatu yang baru, every year. Anak saya yang pertama tahun ini belajar Finance (meskipun dia kuliah Chemical Engineering), anak saya yang kedua belajar menjalankan online shop, anak saya yang ketiga belajar tentang pasar saham pada usia 16 tahun, istri saya kuliah lagi (dan menjadi mahasiswi yang paling tua di kelasnya).
They all learn new things this year.
The question is ... Apa hal baru yang anda pelajari tahun 2021?
What is the new thing that you learn on 2021?
Your strength can kill you, if you are not ready to learn the new skills.
Your skills, your diploma, your certificate, will not be relevant in the future. Kemampuan anda mempelajari hal yang baru akan menyelamatkan anda di masa depan!
*
Terus bagaimana dong untuk mengembangkan agility kita?
Kita bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:
*
a) Learn something new everyday
Pelajari sesuatu yang baru setiap hari. Apa saja. Bisa bidang ilmu baru, olahraga baru, cabang seni baru, bahasa asing baru. Anything!
Ini akan melatih otak anda untuk selalu bersiap menerima dan mengolah informasi baru, yang belum pernah dipelajari sebelumnya
*
b) Challenge yourself
Bee, sebagai pramugari, dulu banyak belajar tentang bisnis di waktu senggangnya, sementara teman-temannya asyik main-main.
Anak saya belajar Finance untuk membuktikan apakah dia mampu menguasai ilmu lain selain Chemical Engineering.
Anak saya yang kedua belajar bahasa Perancis untuk membuktikan apakah dia mampu mempelajari bahasa Perancis yang katanya sulit.
Do not limite your challenges.
Challenge your own limit!
*
c) Add variety to your routine
Kerjakan sesuatu dengan cara yang berbeda.
Kalau anda terbiasa menggunakan slide pada saat presentasi, coba suatu saat gunakan story telling tanpa slide.
Kalau anda terbiasa berdiskusi menggunakan flip chart, coba gunakan Post-It.
Kalau anda terbiasa meeting dengan duduk, coba semuanya berdiri.
Dengan begitu, otak anda tidak melakukan sesuatu berulang-ulang.
Ingat repetitive and routinity are the enemy of creativity and innovations.
*
d) Be the dumbest person in the room
Kadang-kadang hadirilah meeting yang anda tidak familiar dengan isinya. Jadilah orang yang paling bodoh di meeting itu. Kalau anda orang HR coba ikuti meeting sales. Kalau anda orang Finance coba ikuti meeting marketing. Kalau anda orang sales coba ikuti meeting compliance...etc ...etc...
Kalau anda merasa bodoh, anda akan mencatat, menanyakan kemudian dan mempelajari hal yang baru. Kalau anda merasa pintar, anda tidak merasa perlu belajar.
Jangan setiap meeting menjadi orang bodoh, tapi Dua atau tiga kali dalam seminggu, jadilah orang yang paling bodoh dalam ruangan itu, dan belajarlah!
*
Jadi ingat ya, untuk mengembangkan agility anda, lakukan keempat rekomendasi ini:
a) Learn something new everyday
b) Challenge yourself
c) Add variety to your routine
d) Be the dumbest person in the room, and learn
*
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
/span>