Kolom KIM Kentongan

Tentang KIM

apakah KIM itu?

KIM (Kelompok INFORMASI Masyarakat) adalah Lembaga Layanan Publik Yang dibentuk Dan dikelola Dari, Diposkan oleh Dan untuk 'masyarakat Yang berorientasi PADA layanan INFORMASI Dan Pemberdayaan Masyarakat.

Baca Selengkapnya
Kolom KIM Kentongan

Kelurahan Klampok

Sejarah desa

sejarah desa klampok dimulai dari hadirnya tiga bersaudara nyang berasal dari Kerajaan Mataram.

Baca Selengkapnya
Kolom KIM Kentongan

Bhakti Sosial

Kelurahan Klampok

Keinginan pak RT tersebut langsung disambut pengurus KIM, adapaun kegiatan yang di maksukan pak RT tersebut adalah Menindaklanjuti agenda HUT Mayangkara Group dan Kodim 0808 Kota Blitar Tahun 2014

Baca Selengkapnya
Kolom KIM Kentongan

Soekarno

Dari masa ke masa

Presiden pertama Indonesia ini tidak pernah luput dari ingatan warga negara Indonesia, beliau adalah seorang pemimpin yang memiliki kharisma yang kuat dan daya kepemimpinan yang agung

Baca Selengkapnya

"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." Ir. Soekarno

  • Mampu dan siap menghadapi perkembangan zaman

  • Membentuk jiwa muda yang mandiri

  • Semangat belajar yang luar biasa

  • Rasa empati yang tinggi terhadap sesama

  • Semangat gotong royong demi kemajuan bersama

Update Terbaru

22.9.18

Fakta feng sui

*_DIBACA N BAGUS BANGET_*👍👍🙏🙏
*FENG SHUI - tidak perlu* ⛔

*Zhao Zi Hao* seorang pengusaha sukses di China.
Suatu ketika ia menghabiskan banyak uang membeli sebidang tanah di pinggiran kota dan membangun sebuah villa bertingkat tiga.
Di dalamnya ada kolam renang yang mengesankan dan sebatang pohon Lychee berusia seratus tahun di halaman belakang. Sebenarnya... dia membeli properti itu hanya karena pohon ini.
Istrinya suka sekali makan buah lychee.

Selama renovasi, teman-2nya mendesaknya utk meminta pendapat seorang master fengshui.
Zhao Zi Hao sendiri tidak pernah percaya pada Fengshui namun cukup mengejutkan ketika dia setuju menghubungi seorg master feng shui dari Hong Kong.
Grand Master itu adalah *Master Cao* yg telah berpengalaman selama tiga puluh tahun dan sangat terkenal dalam dunia fengshui.
Lalu Zhao Zi Hao mengantar sang Guru ke villanya di daerah pinggiran kota.

Sepanjang jalan.. ketika mobil di belakang mereka mencoba menyalip, Zhao Zi Hao melambat dan memberi jalan.
Master Cao dengan tertawa berkomentar:
"Big Boss Zhao, Anda benar-2 mengemudi dgn aman." 
Zhao Zhi Hao tertawa: "Biasanya orang yang menyalip memiliki beberapa masalah mendesak untuk diurus, jadi kita seharusnya tidak menahannya."

Sesampainya di sebuah kota kecil, jalan semakin sempit sehingga Zhao Zi Hao memperlambat laju mobilnya.
Seorangg anak sambil tertawa tiba-2 melesat keluar dari sebuah gang dan saat anak itu berlari melintasi jalan, Zao menghentikan mobilnya.
Lalu dia terus menunggu sambil menatap ke gang... seolah sedang menunggu sesuatu.
…..Dan betul saja... tiba-tiba seorg anak lain melesat keluar, mengejar anak tadi yang di depannya.
Master Zao terkejut dan bertanya:
"Bagaimana Anda tahu akan ada anak lain yang mengikuti?"
Zhao Zi Hao mengangkat bahu: "Sebenarnya, anak-2 selalu mengejar satu sama lain dan tidak mungkin seorang anak berada dalam kegembiraan seperti itu tanpa teman bermain."
Master Cao memberinya jempol besar dan tertawa terbahak2: "Anda sangat perhatian sekali! "

Sesampainya di Villa, mereka turun dari mobil. Tiba-2 sekitar 7 - 8 burung berterbangan dari halaman belakang. Melihat hal itu, Zhao berkata kepada Master Cao: "Jika Anda tidak keberatan, tolong tunggu sebentar."
"Ada apa?" Master Cao tercengang.
"Oh, tidak apa-2 hanya mungkin ada beberapa anak yg sedang mencuri lychee di halaman belakang. Jika kita masuk sekarang mungkin akan membuat mereka ketakutan. Jangan mengambil risiko sehingga menyebabkan ada anak yang mungkin akan jatuh dari Pohon Lychee." Zhao menjawab dengan humor.

Master Cao terdiam beberapa saat sebelum berkata : "Sejujurnya... Rumah ini tdk memerlukan evaluasi fengshui lagi."
Sekarang giliran Zhao yang terkejut: "Kenapa begitu?"
"Setiap tempat yang Anda miliki, secara alami telah menjadi properti dengan fengshui yang paling baik dan menguntungkan..." 
"Kebaikan hati mengalahkan ilmu fengshui."

Bila pikiran dan kebaikan hati kita memprioritaskan kedamaian dan kebahagiaan orang lain, yang beruntung bukan hanya orang lain, tapi juga diri kita sendiri. Bila seseorang  memiliki kebaikan hati dan memperhatikan orang lain setiap saat, maka orang ini secara tidak sadar telah menjadi orang suci.
Orang suci sebenarnya adalah orang yang selalu mendahulukan segala sesuatu untuk manfaat orang banyak sebelum menjadi tercerahkan.

Nah itu pendapat master Cao untuk orang yangg memiliki kebaikan hati...

Mari kita hidup dengan penuh kebaikan hati dan kebajikan

_*Ada pepatah yang mengatakan*_ : 🌹

*Jika kita berbuat baik, walaupun rejeki belum datang tetapi malapetaka sudah menjauh* 🤯

*Jika kita berbuat jahat, walaupun malapetaka belum datang, tetapi rejeki sudah menjauh*" 😭

Semoga bermanfaat...
Indahnya berbagi....
GBu all.

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Viral, jamu aneh

Seorang bapak dari solo memberi tahu kalau ingin sehat pakailah JAMU JATI KENDI Bapak itu kemudian menjelaskan
"Sebenarnya bukan jamu dalam arti harfiah tetapi jamu "batin" dan "hati, begini lho maksudnya ....

*JAMU = Jaga mulutmu*  Maksudnya, mulut dijaga agar tak keluarkan kata² yang tak pantas. Selain itu agar menjaga mulut untuk tak makan sembarang makanan. Makanlah makanan yang berguna bagi tubuh & Makan secukupnya, sesuai kebutuhan & jangan terlalu kenyang.

*JATI = Jagalah hati*  Maksudnya, isilah hati dengan perasaan yang positif & selalu bersyukur terhadap yang sudah dimiliki juga tak perlu kecewa dengan yang belum diperoleh. Jangan sampai hati  dipenuhi dengan rasa iri, dengki, jahil, fitnah & segala yang dapat menyakiti orang lain.

*KENDI" = Kendalikan diri*  Maksudnya: Hiduplah secara normal, Istirahat yg cukup, serta jangan lupa Olah raga yang sesuai dengan usia. Kendalikan emosi & keinginan² yang bukan merupakan kebutuhan, Buang jauh² ambisi yang tak terukur..
Jadi,
*JAMU JATI KENDI* itu gratis, dan mudah didapat, oleh sebab itu mulailah mencobanya dengan "memakai":-: setiap hari ...

SELAMAT PAGI 🙏🙏🙏

17.9.18

AWAS!!!!! OPERASI MANTAP BRATA 202 hari

Hari ini tanggal 18 september 2018, Polres Blitar mengadakan kegiatan rapat koordinasi Operasi Mantap Brata Semeru 2018. Adapun kegiatan tersebut adalah untuk menyambut kegiatan pemilu legeslatif dan pilpres tanggal 17 April 2019. Kegiatan ini menekankan  pentingnya koordinasi antar stake holder kepemiluan untuk menghindari berbagai macam potensi konflik yg sangat mungkin terlahir. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan Kapolres BLITAR, Dandim 0808, KPU Blitar kota n kabupaten, Bawaslu kota dan kabupaten, dan seluruh perwakilan partai se kota dan kabupaten Blitar. Dalam penyampaian nya, kegitan operasi mantab akan berlangsung 202  hari mula hari ini.
Dalam kegiatan tersebut, disampaikan materi kepemiluan oleh Bawaslu tentang kepengawasan kepemiluan serta pencegahan konflik, dan juga materi kepemiluan tentang pelaksanaan penyelenggaraan oleh KPU kota blitar. Dalam penyampaian nya KPU juga menekankan bahwa penyelenggara pemilu bukan cuma KPU saja, namun juga Bawaslu serta DKPP.
Kegiatan tersebut juga melibatkan seluruh perwakilan parpol untuk ikut dalam menandatangani pakta integritas pemilu damai 2019.
Salam kentongan
Thok thok

Manusia-manusia Rigid,Akan Sulit Sendiri

Renungan SENIN SIANG HARI


Manusia-manusia Rigid,
Akan Sulit Sendiri
(oleh: Rhenald Kasali)
KOMPAS.com - Dalam perjalanan pulang ke Jakarta dari Frankfurt, duduk di sebelah saya salah seorang CEO perusahaan terkemuka Indonesia. Pria berkebangsaan India yang sangat berpendidikan itu bercerita tentang karir dan perusahannya.
Gerakan keduanya (karir dan perusahaannya) begitu lincah. Tidak seperti kita, yang masih rigid, terperangkap pola lama, seakan-akan semua layak dipagari, dibuat sulit. Perusahaan sulit bergerak, impor-ekspor bergerak lambat, dwelling time tidak konsisten. Sama seperti karier sebagian kita, terkunci di tempat. Akhirnya hanya bisa mengeluh.
Pria itu dibesarkan di India, kuliah S-1 sampai selesai di sana, menjadi alumni Fullbright, mengambil S-2 di Amerika Serikat, lalu berkarir di India sampai usia 45 tahun. Setelah itu menjadi CEO di perusahaan multinasional dari Indonesia.
Perusahaannya baru saja mengambil alih sebuah pabrik besar di Frankfurt. Namun karena orang di Frankfurt masih kurang yakin dipimpin eksekutif dari emerging countries, ia membujuk pemasoknya dari Italia agar ikut memiliki saham minoritas di Frankfurt. Dengan kepemilikan itu, pabrik di Frankfurt dikelola eksekutif dari Eropa (Italia).
Solved!
Itu adalah gambaran dari agility. Kelincahan bergerak yang lahir dari fenomena borderles world. Anehnya juga kita mendengar begitu banyak orang yang cemas menghadapi perubahan. Dunia sudah lebih terbuka, mengapa harus terus merasa sulit? Susah di sini, bisa bergeser ke benua lain. Tak ada lagi yang sulit. Ini tentu harus disyukuri.
Serangan Tenaga Kerja
Belum lama ini kita membaca berita tentang kegusaran seseorang yang tulisannya diforward kemana-mana melalui media sosial. Mulai dari berkurang agresifnya angka pertumbuhan, sampai serangan tenaga kerja dari China.
Berita itu di-forward kesana – kemari, sehingga seakan-akan tak ada lagi masa depan di sini. Yang mengherankan saya, mengapa ia tidak pindah saja bekerja dan berimigrasi ke negara yang dipikirnya hebat itu?
Bekerja atau berkarir di luar negri tentu akan menguntungkan bangsa ini. Pertama, Anda akan memberi kesempatan kerja pada orang lain yang kurang beruntung. Dan kedua, Anda akan mendapatkan wisdom, bahwa hal serupa, komplain yang sama ternyata juga ada di luar negri.
Rekan saya, CEO yang saya temui di pesawat Lufthansa tadi mengeluhkan tentang negerinya. “Orang Indonesia baik-baik, bekerja di Indonesia menyenangkan. Kalau diajari sedikit, bangsa Anda cepat belajar. Pikiran dan tindakannya terstruktur. India tidak! Di India politisi selalu mengganggu pemerintah. Irama kerja buruh tidak terstruktur. Pertumbuhan ekonomi terlalu cepat, membuat persaingan menggila. Rakyatnya makin konsumtif dan materialistis.” Kalimat itu ia ucapkan berkali-kali.
Susah? Kerja Lebih Profesional!
Di Italia, guide saya, seorang kepala keluarga berusia muda mengantar saya melewati ladang-ladang anggur di Tuscany, menolak menemani makan siang yang disajikan mitra kerja Rumah Perubahan di rumahnya yang indah. “Biarkan saya hanya makan salad di luar. Saya dilarang makan enak saat mengemudi,” ujarnya.
Kepada putra saya ia mengajari. "Saat bekerja kita harus bekerja, harus profesional, gesit dan disiplin. Cari kerja itu sulit, mempertahankannya jauh lebih sulit. Kita harus lebih kompetitif dari orang lain kalau tetap ingin bekerja," ujarnya.
Di dalam vineyard-nya yang indah, rekan saya menyajikan aneka makanan Italia yang lezat, lengkap dengan demo masak dan ritual mencicipi wine yang dianggap sakral. Di situ mereka berkeluh kesah tentang perekonomian Eropa yang terganggu Yunani belakangan ini. Dan lagi-lagi mereka menyebutkan kehidupan yang nyaman itu ada di Pulau Dewata, Bali dan Pulau Jawa.
Ketika saya ceritakan bahwa kami di Indonesia juga sedang susah, dia mendengarkan baik-baik. “Dari dulu kalian terlalu rendah hati, selalu merasa paling miskin dan paling susah. Ketika kalian sudah menjadi bangsa yang kaya, tetap merasa miskin. Tetapi, saya tak pernah melihat bangsa yang lebih kaya, lebih merdeka, lebih bahagia, dari pada Indonesia.” Saya pun terdiam.
Di Singapura, saya mengirim berita tentang komplain terhadap masalah dollar AS dan ancaman kesulitan pada rekan lain yang sudah lima tahun ini berkarir di sana. Ia pun menjawab ringan, “Suruh orang-orang itu kerja di sini saja.”
Tak lama kemudian ia pun meneruskan. “Kalau sudah kerja di sini baru tahu apa artinya kerja keras dan hidup yang fragile.”
Saya jadi teringat curhat habis-habisan yang ia utarakan saat saya berobat ke negeri itu. “Mana bisa konkow-konkow, main Facebook, nge-tweet di jam kerja? Semua harus disiplin, berani maju, kompetitif, dan siap diberhentikan kalau hasil kerja buruk. Di negeri kita (Indonesia), saya masih bisa bersantai-santai, karyawan banyak, hasil kerja tidak penting, yang penting bos tidak marah saja,” ujarnya.
Saat itu ia tengah menghadapi masa probation atau percobaan. Sungguh khawatir kursinya akan direbut pekerja lain dari India, Turki, dan Prancis yang bahasa Inggrisnya lebih bagus, dan ritme kerjanya lebih cepat. Ternyata bekerja di negeri yang perekonomiannya bagus itu juga tidak mudah. Padahal di sana mereka lihat kerja yang enak itu ya di sini.
Bangsa Merdeka Jangan Cengeng
Saya makin terkekeh membaca berita yang disebarluaskan para haters melalui grup-grup WA, bahwa pemerintah sekarang tidak perform, membiarkan sepuluh ribuan buruh dari China merangsek masuk ke negri ini. Sungguh, saya tak gusar dengan serangan tenaga kerja itu. Yang membuat saya gusar adalah kalau hal serupa dilakukan bangsa-bangsa lain terhadap tenaga kerja asal Indonesia di luar negri.
Penyebar berita kebencian itu mestinya lebih rajin jalan-jalan ke luar negri. Bukankah dunia sudah borderless, tiket pesawat juga sudah jauh lebih murah. Cara menginap juga sangat mudah dan murah. Kalau saja ia rajin, maka ia akan menemukan fakta-fakta ini: Sebanyak 300.000 orang tenaga kerja Indonesia bekerja di Taiwan. 250.000 lainnya di Hongkong. Lebih dari 100.000 orang ada di Malaysia. Selain itu, perusahaan-perusahaan kita sudah mulai mengepung Nigeria, Myanmar, dan Brazil. Bahkan juga canada dan Amerika.
Jadi bagaimana ya? Kok baru dikepung 10.000 saja kita sudah rasis? Ini tentu mengerikan.
Lalu dari grup WA para alumnus sekolah, belakangan ini saja juga mendapat kiriman teman-teman yang kini berkarir di manca negara. Delapan keluarga teman kuliah saya ada di Kanada, beberapa di Jerman dan Eropa, puluhan di Amerika Serikat, dan yang terbanyak tentu saja di Jakarta. Semakin banyak orang kita yang berkarier bebas di mancanegara. Karir mereka tidak rigid.
Jadi, janganlah kita cengeng. Beraninya hanya curhat dan komplain, tapi tak berbuat apa-apa. Bahkan beraninya hanya menyuarakan kebencian. Atau paling-paling cuma mengajak berantem dan membuat akun palsu bertebaran. Kita juga jangan mudah berprasangka.
Syukuri yang sudah didapat.   hanya mungkin diatasi dengan berkomitmen untuk bekerja lebih jujur, lebih keras, lebih respek, lebih profesional, dan memberi lebih.
Kalau Anda merasa Indonesia sudah “berbahaya” ya belain dong. Kalau Anda merasa tak senang dengan orang lain, ya sudah, pindah saja ke luar negri. Mudah kok. Di sana Anda akan mendapatkan wisdom, atas kata-kata dan perbuatan sendiri. Di sana kita baru bisa merasakan kayanya Indonesia. Di sana kita b
aru tahu bahwa tak ada hidup yang mudah.
(Sumber: Kompas.com)
*Salam JUARA*