19.10.18

RUNTUHNYA KERAJAAN HINDU-JAWA DAN TIMBULNYA NEGARA-NEGARA ISLAM DI NUSANTARA



RUNTUHNYA KERAJAAN HINDU-JAWA DAN TIMBULNYA NEGARA-NEGARA ISLAM DI NUSANTARA
Kisah kehancuran Majapahit, yang diiringi oleh bertumbuhnya negara2 Islam di bumi Nusantara, menyimpan banyak sekali fakta sejarah yang menarik untuk diungkit kembali. Sebagai kerajaan tua di tanah Jawa, Majapahit bukan saja menjadi ikon dari puncak kemajuan peradaban Hindu-Jawa, tetapi juga bukti sejarah tentang PERGULATAN POLITIK (Internasional, Nasional dan Regional) yang terjadi di tengah proses Islamisasi pada masa peralihan, menjelang dan sesudah keruntuhannya.
Para sejarawan benar2 menguras energi untuk mengungkap latar dan motif dibalik kehancuran Majapahit. Tetapi sungguh amat disayangkan, belum banyak sejarawan yang mencurahkan perhatiannya pada peran orang-orang Cina Mongol (Yuan) dalam Islamisasi yang turut mengantar Majapahit ke ambang berakhir kejayaannya. Arus utama penulisan sejarah masih dikuasai oleh kecenderungan untuk menganggap Islam Nusantara sebagai derivat dari Islam "Arab" -- varian Islam yang dianggap lebih otentik dan "murni".
Prof.Slamet Muljana adalah salah satu di antara yang sedikit itu. Kegigihannya melacak asal-muasal keruntuhan Majapahit, membawanya pada sebuah tesis penting tentang kontribusi muslim Mongol dalam sejarah masuk dan berkembangnya Islam di kawasan ini. Sebuah upaya yang jelas dan tak mudah dan (mungkin) tak populer. Betapapun kita tahu, tesis yang telah lazim diterima oleh banyak sejarawan menyatakan bahwa Islam Nusantara adalah prototipe lain dari Islam yang berkembang di jazirah Arab. Temuan Muljana membantah sekaligus mengkritik bahwa yang terjadi tidaklah demikian adanya. Berbagai anasir juga terlibat dalam proses tersebut sehingga Islam yang terbentuk di Nusantara, dan di Jawa pada khususnya,, bukanlah Islam yang "murni", melainkan Islam hibrida yang memiliki banyak varian.
Dalam konteks sejarah pasca-Majapahit, tidak mudah menebak alasan di balik dominannya konstruk Islam yang "Arab-sentris" itu. Tapi sedikitnya ada dua hal mendasar yang bisa dijadikan pijakan guna membaca asumsi ini lebih jauh : politik segregasi kolonial dan ideologi otentisisme Islam. Sejak meletus tragedi Chineezenmoord (pembantaian orang-orang Cina) di Batavia pada 1740, yang menyebabkan lebih dari 10.000 jiwa melayang orang-orang Cina disekap dan dikonsentrasikan pada titik-titik ghetto yang belakangan dikenal sebagai dengan "Pecinan". Pengucilan ini, selain mengakibatkan retaknya hubungan Jawa-Cina yang sebelumnya begitu harmonis, juga memunculkan sentimen anti-Cina dalam banyak hal, termasuk penulisan sejarah. Puncaknya adalah saat rezim Orde Baru berkuasa, ketika berbagai hal yang berbau Cina akhirnya disingkirkan secara sistematis. Faktor kedua, ideologi otentisisme Islam, juga turut menyumbang pada penghilangan jejak sejarah Cina di Nusantara. Ideologi ini, harus diakui, telah "memiskinkan" pengalaman Islam Nusantara yang sangat majemuk dan kaya nuansa. Pelenyapan ini tentu bukan tak disengaja. Di belakangnya ada sekian motif dan kepentingan politik yang turut bermain.
Dr.Asvi Warman Adam :
Pada tahun 1968, terbit buku Prof.Slamet Muljana, Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara. Buku ini dilarang oleh Kejaksaan Agung karena mengungkapkan hal-hal yang kontroversial pada waktu itu, yakni sebagian walisongo berasal dari Cina. Tidak ada salahnya bila benar bahwa sembilan penyebar agama Islam itu dari Cina atau dari belahan dunia mana pun.
Yang menjadi persoalan adalah saat itu rezim ORBA telah menetapkan Cina sebagai musuh karena negara itu dituduh membantu G30S. pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Beijing, dan segala yang berbau Cina dilarang.
Pada era reformasi ini, ada baiknya pendapat Slamet itu dikaji ulang dengan pikiran yang lebih tenang. Slamet Muljana membandingkan atau--lebih tepatnya-- melakukan kompilasi terhadap tiga sumber, yaitu : Serat Kanda, Babad Tanah Jawi, dan naskah dari kelenteng Sam Po Kong yang ditulis Poortman dan dikutip Parlindungan.
Residen Poortman th.1928 ditugasi pemerintah kolonial untuk menyelidiki apakah Raden Patah itu orang Cina. Raden Patah bergelar Panembahan Jinbun dalam serat kanda, dan Senapati Jinbun dalam Babad Tanah Jawi. Kata jin bun dalam salah satu dialek Cina berarti "orang kuat". Maka, sang Residen itu menggeledah Kelenteng Sam Po Kong di Semarang dan mengangkut naskah berbahasa Tionghua yang ada disana -- sebagian sudah berusia 400 tahun -- sebanyak tiga cikar (pedati yang ditarik lembu). Arsip Poortman ini dikutip Mangaraja Onggang Parlindungan yang menulis buku yang juga kontroversial Tuanku Rao. Slamet Muljana banyak menyitir buku ini.
Slamet menyimpulkan, Bong Swie Hoo -- yang datang di Jawa tahun 1445 -- sama dengan Sunan Ampel. Bong Swie Hoo ini menikah dengan Ni Gede Manila yang merupakan anak Gan Eng Cu (mantan kapitan Cina di Manila yang dipindahkan ke Tuban sejak tahun 1423). Dari perkawinan ini lahir Bonang yang kemudian dikenal sebagai Sunan Bonang. Bonang diasuh Sunan Ampel bersama dengan Giri yang kemudian dikenal sebagai Sunan Giri.
Putra Gan Eng Cu yang lain adalah Gan Sie Cang yang menjadi kapitan Cina di Semarang. Tahun 1481, Gan Sie Cang memimpin pembangunan Mesjid Demak dengan tukang-tukang kayu dari galangan kapal Semarang. Tiang penyangga mesjid itu dibangun dengan model konstruksi tiang kapal yang terdiri dari kepingan2 kayu yang tersusun rapi. Tiang itu dianggap lebih kuat menahan angin badai daripada tiang yang terbuat dari kayu yang utuh.
Akhirnya Slamet menyimpulkan, Sunan Kalijaga yang masa mudanya bernama Raden Said itu tak lain dari Gan Sie Cang. Sedangkan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, menurut Slamet Muljana adalah Toh A Bo, putra Sultan Trenggana (memerintah di Demak tahun 1521-1546). Sementara itu, Sunan Kudus atau Jafar Sidik yang tak lain dari Jay Tik Siu.
-----------------------------
Pada tahun 1350 M, Rajasanagara (Hayam Wuruk) sedang aktif-aktifnya menyatukan dan mengembakan wilayah Nusantara. Di sekitar era yang sama pulalah Dinasti Yuan (Mongol) yang menjajah Cina Daratan sedang sibuk-sibuknya menguasai wilayah Nusantara, dan itu benar-benar menguras tenaga dinasti Yuan. Ini pulalah tercatat dalam sejarah kita ketika pada jamang Singosari, Kertanegara didatangi oleh utusan dari Cina (Cina-Mongol / Yuan) yang kemudian dipotongnya telinganya utusan itu.
Th.1352, Zhu Yuanzhang (bangsa Han) mulai melakukan pemberontakan terhadap bangsa Yuan. Pada tahun 1356, ia berhasil merebut kota Nanjing yang dikemudian hari menjadi ibukota kerajaan dinasti Ming.
Th.1357, mengetahui penarikan-penarikan dari tentara Yuan, Pajajaran Nagara (Perserikatan kerajaan2 yang tak pernah bernaung di bawah Majaraja-Majakerta) menyerbu basis militer Yuan yang ada di kota Gajah (pelabuhan militer di tepi sungai Bengawan Solo), dan kota Modo (gerbang militer basis pertahanan administrasi di kota Yungyang). Penyerbuan tertahan di kota Babad (Jatim). Pelemahan kekuasaan Yuan di Nusantara ini berkorelasi langsung dengan kondisi keruntuhan kekuasaannya di China daratan yang direbut oleh Dinasti Ming.
Kekuasaan Mongol yang di tahun 1294 mencapai puncaknya yg wilayahnya membentang dari Eropa Timur, bagian selatan Russia, Iran-Irak (wilayah Persia-Sumeria) hingga ke Timur sampai semenanjung Korea, termasuk berusaha ke selatan menganeksasi India tetapi tidak berhasil, walau cukup berhasil mengubah kultur Hindu-Buddha di wilayah2 barat India (sekarang Afghanistan, Pakistan) . India sendiri terancam pembantaian besar-besaran oleh dinasti Moghul (Mughal). Tentu anda pernah mendengar kisah Syah Jehan. Salah satu dari 7 keajaiban dunia Taj Mahal, itulah salah satu buahnya. Tetapi pergerakan bangsa Han untuk memerdekakan diri di China Daratan yang meruntuhkan hegemoni Yuan selama ratusan menyebabkan pasukan dari Kubilai Khan (turunan dari Jengis Khan) terpukul secara drastis pada pusatnya. Ini pulalah yg menyebabkan wilayah2 vassalnya di berbagai belahan dunia juga dipukul oleh gerakan2 kemerdekaan dari berbagai negeri tersebut. Sehingga sisa pasukan dan para panglimanya yang tersebar di berbagai wilayah dunia menjadi lontang-lantung kehilangan tanah pijakan. Inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa orang-orang Yuan itu berusaha menjadikan Nusantara sebagai basis pasukan selatan (Nan Yang) untuk memukul balik China Daratan (Dinasti Ming) dengan cara-cara perkawinan maupun propaganda hasutan2 membenci bangsa2 musuhnya. Salah satu cara retaliasi mereka adalah dengan meruntuhkan kerajaan-kerajaan kecil di sekitar China, termasuk meruntuhkan Majapahit dan Pajajaran, untuk kemudian menjadi penguasa-penguasa daerah untuk MEMBLOKADE jalur perdagangan darat
"Jalur Sutera" maupun jalur perairan laut. Ini sungguh menghambat perdagangan China, India dsb, sehingga Kaisar Yung Le mengirimkan armada Ming yg dipimpin oleh Laksmana Ceng Hoo untuk membersihkan rute-rute perdagangan itu dari gangguan keamanan.
Kondisi ketegangan antara Yuan dan Ming inilah yang mengawali upaya penghasutan kepada rakyat Nusantara untuk membenci etnis Cina (Han), India, Champa, Persia, Bule (barat) yang pada jaman sebelum-sebelum
nya sangat harmonis dan terjadi akulturasi budaya melalui perdagangan ataupun perkawinan silang secara natural. Konflik internal dikalangan para Sunan sendiri, semisal Islam abangan dipelopori oleh Sunan Ampel dan yang garis keras (kiblat ke Islam Arab) dipromotori oleh Sunan Giri maupun Raden Samudera yang keturunan putri Blambangan dengan syekh Samudera Pasai (adik Syekh Ibrahim) yang dibuang kakeknya karena menolak diislamkan oleh menantunya itu ke seorang janda Islam kaya di Gresik. Hal ini memunculkan konflik internal di kalangan masyarakat Majapahit sendiri sehingga terjadi pengeroposan kohesi masyarakat, yang akhirnya pecah dalam perang besar (Paregreg) akibat serangan Pangeran Blambangan (Bhre Wirabumi) dari Kraton Timur ke Kraton Barat yang sangat melemahkan kekuatan Majapahit pada masa sesudahnya. Jadi keruntuhan Majapahit adalah akibat diadu-domba dikalangan para bangsawannya sendiri dengan iming-iming tahta, kuasa, harta, wanita yang tentu saja memberi angin 'surga' kepada mereka yang berambisi tinggi.
Semoga Indonesia modern dimasa kini dapat memetik hikmah dari pelajaran sejarah ini.
Rahayu!
/span>

17.10.18

Apa itu Cryptocurrency?



Beberapa istilah Cryptocurrency yg perlu kita ketahui:

*Cryptocurrency* adalah mata uang digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran menggunakan teknologi cryptography untuk mengamankan transaksi dan untuk mengendalikan penciptaan unit mata uang tambahan, cryptocurrency juga didefinisikan sebagai mata uang alternatif dan mata uang virtual.

*Bitcoin* adalah mata uang digital cryptocurrency terdesentralisasi pertama yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin sudah ditetapkan sebagai software open source yang menggunakan sistem peer-to-peer (P2P), dan proses transaksinya tanpa perantara.

*Altcoin* adalah singkatan dari Alternatif Coin, pada dasarnya nama Altcoin digunakan untuk coin cryptocurrency selain Bitcoin contohnya seperti Etherum, Litecoin, Dogecoin, Dash dll. Biasanya harga Altcoin dipengaruhi oleh harga Bitcoin, misalnya harga Bitcoin sedang turun nah harga Altcoin akan naik tajam begitupun sebaliknya jadi bisa dibilang harga Bitcoin dan Altcoin saling mempengaruhi satu sama lain.

*Wallet* atau bisa juga disebut dengan Address adalah media untuk menyimpan coin cryptocurrency seperti Bitcoin dan Altcoin. Nantinya Anda akan menggunakan wallet ini untuk bertransaksi baik mengirim maupun menerima, berbeda jika Anda menyimpan aset kekayaan di Bank akan dikenakan biaya admin namun jika Anda menyimpan aset kekayaan di wallet tidak akan dikenakan biaya apapun.

*Faucet* dalam bahasa Indonesia mempunyai arti "keran air" namun dalam dunia cryptocurrency mempunyai arti lain, Faucet adalah sebuah website atau situs yang memberikan coin cryptocurrency secara gratis setelah penggunanya menyelesaikan tugas kecil seperti solve captcha, mengisi survey, melihat iklan, menonton video, membagikan artikel dll.

*Marketplace* adalah tempat pertukaran coin cryptocurrency dimana antara pembeli dan penjual akan dipertemukan dalam satu tempat yang sudah disedikan oleh pemilik perusahaan e-commerce.

*Exchanger* adalah tempat untuk menukarkan mata uang dengan mata uang lainnya secara instant, berbeda dengan marketplace proses pertukaran mata uang dengan exchanger dilakukan secara langsung oleh pihak pemilik exchanger tersebut dengan pembeli maupun penjual.

*Peer To Peer (P2P)* adalah transaksi terpusat yang menghubungkan kedua belah pihak secara langsung dalam jaringan yang sama.

*Mining* dalam bahasa Indonesia mempunyai arti nambang atau menambang dengan proses pemecahan block alghoritma menggunakan perhitungan matematika yang dilakukan oleh hardware seperti GPU, CPU, ANTMINER, ASIC untuk mendapatkan reward berupa coin cryptocurrency.

*Cloudmining* adalah proses menambang coin cryptocurrency tanpa menggunakan hardware, jika Anda ingin menambang coin cryptocurrency menggunakan cloudmining Anda tidak harus membeli hardware akan tetapi Anda harus menyewa hardware tersebut dari penyedia layanan cloudmining.

*Blockchain* adalah sebuah jaringan tanpa server yang menyimpan daftar lengkap semua block yang telah ditambang sejak awal cryptocurrency tertentu diluncurkan. Dalam arti lain Blockchain adalah media untuk merekam semua transaksi yang telah terjadi, semua data yang berada di Blockchain sifatnya mutlak tidak bisa diubah maupun di palsukan.

*Block* sendiri merupakan sebuah kumpulan data dari transaksi yang menjadi elemen dasar sebuah cryptocurrency. Biasanya setiap kali transaksi dilakukan, informasi mengenai transaksi tersebut dikumpulkan. Saat dikumpulkan dan mencapai ukuran tertentu, data akan dirangkai menjadi sebuah block. Setelah block dibuat harus menjalani sebuah verifikasi. Setelah verifikasi selesai dilakukan maka dilakukan proses mining atau penambangan.

*51% Attack* merupakan istilah yang ingin menggambarkan kondisi di mana terdapat lebih dari separuh tenaga komputasi jaringan cryptocurrency dikendalikan oleh sekelompok penambang. Kondisi ini menyebabkan adanya tenaga komputasi dari sebuah kelompok yang akan menjadi otoritas jaringan. Dengan kata lain, klien dalam jaringan tersebut memilih percaya pada transaksi block yang menjadi hasil dari sekelompok penambang tersebut.

*hash* adalah sebuah proses matematis yang dilakukan untuk mengambil variabel data untuk menghasilkan output pendek. Lamanya proses matematis ini sendiri telah ditentukan sejak awal. Hashing memiliki dua karakter yang pertama akan sulit secara matematis untuk mengetahui input asli tanpa harus melihat output. Karakter kedua, membuat perubahan kecil pada input akan membuat output yang sangat berbeda.

*Coinbase* digunakan sebagai nama lain untuk menyebut input transaksi pembuatan coin yang baru. Saat coin ditambang, tidak berarti coin tersebut diambil dari pemilik coin lainnya, melainkan coin yang telah ditambang menjadi reward bagi Anda penambang. Nantinya reward dicatatkan sebagai sebuah transaksi yang menjadi pengganti alamat dari pengguna lain coin. Selain itu coinbase juga sebuah layanan dompet Bitcoin yang dapat digunakan untuk pembayaran jual beli hingga perantara pembelian Bitcoin.

*Whale* atau ikan paus merujuk pada seseorang yang memiliki cryptocurrency dalam jumlah luar biasa banyak. Orang-orang ini umumnya merupakan early adopter yang sejak awal sudah menaruh kepercayaan pada koin kripto, namun bisa juga orang yang baru mengenalnya namun ingin berinvestasi dalam jumlah besar.

*Token* merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut mata uang baru atau altcoin baru yang menggunakan jaringan ethereum sebagai dasarnya. Kripto koin baru ini biasanya mengumpulkan uang dengan menerbitkan token mereka sendiri. Beberapa contohnya seperti EOS dan Tron (TRX).

*Initial Coin Offering (ICO)* memiliki banyak kemiripan dengan Initial Public Offering (IPO) atau dalam Bahasa Indonesia sering disebut sebagai Penawaran Saham Perdana. Perusahaan rintisan akan menerbitkan token mereka yang bisa dibeli oleh para ‘calon pemegang saham’ dengan menggunakan Ether/Ethereum. Pada dasarnya, ICO yang ada saat ini adalah penggalangan dana menggunakan platform Ethereum.

*Genesis Blok* merupakan blok pertama yang ada pada rantai blok atau blokchain

*Blok reward* merupakan reward atau hadiah yang diberikan kepada penambang yang telah berhasil dalam melakukan hash terhadap blok transaksi. Transaksi dimana crypto currency yang bersangkutan akan dikenakan biaya transaksi.

*Depo (Deposit)* isi saldo, dalam dunia bitcoin kata depo sering digunakan jika seseorang melakukan sebuah investasi

*Exchanger* tempat penukaran bitcoin ke Usd dan coin2 lainnya seperti (Binance, OKEx, Bithumb, Bittrex, Indodax dll liat listnya di Coinmarketcap.com)

*Proof of Work* – Bukti Kerja (PoW) sebagai status sebutan adalah validasi dari pekerjaan yang terjadi dan membuktikan pekerjaan itu sah. Bitcoin dan banyak altcoin mengikuti cara konsensus ini untuk memastikan keabsahan rantai itu bagus.

*Proof of Stake (POS)* adalah proses yang digunakan dompet Anda untuk memvalidasi transaksi dalam konsensus yang terdistribusi dengan menciptakan blok baru pada jaringan blockchain. Ini adalah metode alternatif dari proses yang digunakan oleh bitcoin yaitu Proof of Work (POW).

*Delegated Proof of Stake (DPOS)* adalah metode baru untuk mengamankan jaringan mata uang kripto. DPOS mencoba memecahkan masalah sistem Bukti Kerja tradisional Bitcoin, dan sistem Proof of Stake dari Peercoin dan NXT. DPOS menerapkan lapisan demokrasi teknologi untuk mengimbangi efek negatif dari sentralisasi.

*WD (withdraw)* proses transfer coin dari akun mining/hyip/PTC dll ke dalam wallet

*Trading* Melakukan aktifitas jual - beli di situs2 exchanger bitcoin (Binance, OKEx, Bithumb, Bittrex, Indodax, Editeg dll liat listnya di Coinmarketcap.com)

/span>

13.10.18

8 Nasihat KH. Maimoen Zubair,no 3 miris



*8 Nasihat dari Pak Becik*

1. *"Ora kabeh wong pinter kuwi bener*” ( _Tidak semua orang pintar itu benar_)

2. *“Ora kabeh wong bener kuwi pinter…*” ( _Tidak semua orang benar itu pintar_)

3. *“Akeh wong pinter ning ora bener…*” 
( _Banyak orang yang pintar tapi tidak benar_)

4. *“Lan akeh wong bener senajan ora pinter…*”
( _Dan banyak orang benar meskipun tidak pintar_)

5. *“Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener, Luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter…*” ( _Daripada jadi orang pintar tapi tidak benar, lebih baik jadi orang benar meskipun tidak pintar_)

6. *“Ono sing luwih prayoga yoiku dadi wong pinter sing tansah tumindak bener.*”
( _Ada yang lebih bijak, yaitu jadi orang pintar yang senantiasa berbuat benar_)

7. *“Minterno wong bener..kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter…”*
( _Memintarkan orang yang benar .. itu lebih mudah daripada membenarkan orang yang pintar_)

8. *“Mbenerake wong pinter..kuwi mbutuhke beninge ati, lan jembare dhodho.”*
( _Membenarkan ( membuat benar )  orang yang pintar itu membutuhkan beningnya hati, dan lapangnya dada_)

[ *KH. Maimoen Zubair*]

Semoga Bermanfaat Luuur......🙏

/span>

10.10.18

3 ORANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT GEMPABUMI M6,4 YANG MENGGUNCANG JAWA TIMUR DAN BALI

Gempabumi dengan kekuatan magnitudo M6,4 mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB. BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.
Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa ke BPBD Provinsi Jawa Timur. Data sementara dampak gempa dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Semenep Jawa Timur.
Tiga orang meninggal dunia adalah:
/span>