11.11.15

Dolan neng Kafe

Kedadeyan ono ing kafe "Always Love" (Tansah Trisno) ��

Sudrun lungguh dewekan nang Bar. Gak sepiro suwene koncone sing jenenge Bambang mlebu ambek nggandeng wong wedok 5 uayu-uayu, terus lungguh neng lounge, gayane ngebosi koyo raja minyak, guyon cekakakan karo bolak balik cipika cipiki, wis pokok'e marai kemropok.

Sudrun mbatin, "Kapan nasibku koyo Bambang. Lha aku wong wedok siji wae ora gablek.."

Pas Bambang mlaku nang Bar, Sudrun ono kesempatan takon:
"Mbang, piye carane awakmu iso oleh kencanan ayu-ayu?"

Bambang: "Ojo crito-crito yo, tak kandhani rahasiane... mrene nek awakmu dolan rene maneh... begitu awakmu lungguh neng bar, uncalno kunci mobilmu neng mejo bar, wis mesti wong wedok-wedok iku marani."

Sudrun : "Tapi aku gak duwe mobil, aku mung duwe sepeda montor wae wis elek, knalpote ucul pisan..."

Bambang: "Awakmu cuma perlu gantungan kunci mobil. Iki deloken aku duwe gantungan kunci Jaguar. Yo cuma ngono thok modalku.."

Sesuk bengine, Sudrun kledhang-kledhang mlebu kafe; Bambang wis ono neng jero lungguh karo wong wedok telu.

Sudrun marani bar, karo nguncalno kunci sak gantungan mobil FERRARI neng duwur mejo bar.. gak ono reaksi babar pisan..

Kunci dijupuk maneh disak'i..

Bareng ono wong wedok liwat, kunci diuncalno maneh nang duwur meja bar.. Gak ono reaksi maneh, malah diguyu-guyu.

Bambang sing wiwit mau ngawasno wae langsung marani Sudrun, karo mbisiki,

"Awakmu iku lho, kok goublok nemen to....COPOTEN DISIK HELM mu pretttt......!!!

  .͡㎂○ .͡㎄○ .͡=))
      .͡  .͡㎄○ .͡㎄=))

/span>

18.10.15

ADA 30 TIPE ANGGOTA GROUP WA

Sambil nonton yok rehat sejenak...

ADA 30 TIPE ANGGOTA GROUP WA

Kira2 termasuk yang mana ya kita ini...

1) Petugas cuaca
Rajin menyampaikan laporan keadaan apa saja, secara rutin.

2) Bos 7-Eleven
Rajin memberi petunjuk, arahan dan tugas kepada anggota sampai nggak nyadar kalau sedang libur.
Sesekali memarahi anak buah dlm group.

3) Motivator kesiangan
Penuh kata pujangga,
nasihat, memompa.
semangat dll. Tapi cuman kutipan, orang punya.

4) Kalong
Cuma aktif kalau malam, kalau siang tak pernah muncul.

5) Jailangkung
Muncul hanya bila namanya disebut atau dipaksa menjawab persoalan.

6) Kacangan
Hanya pandai 'like'

7) Bisu
Terdaftar sebagai anggota group tapi tak pernah muncul sekali pun.

8) Tukang tanya
Masuk group utk tanya tanya doang. Abis tuh left group. Masuk group lg jika mau tanya tanya lg.

9) Pahlawan Keyboard
Hanya pandai ngoceh dlm group, tapi didarat ternyata pendiam.

10) Sensi Parah
Tersinggung sedikit terus 'left group'. Tak lama kemudian minta admin tolong add kembali.

11) Paman Sinis
Komentarnya tidak pernah memuji ato mendukung tapi selalu negatif.

12) Casanova
Baru nimbrung kalo ada cewek muncul.

13) Maniak Ultah
Rajin mengintip hut teman dan puas luar biasa kalau berhasil mengucapkan selamat ultah pertama kali.

14) Pengecut
Beraninya cuman

15) Editor gambar
Suka edit pic org habis itu dijadikan bahan untuk mengolok.

16) Pengkhotbah
Hobinya memforward ceramah agama, kutipan ayat suci dll.

17) Tukang iklan
Suka memposting artikel tetapi sengaja atau tidak itu iklan, biasanya mengenai tempat makan enak, dokter yang jago tertentu, sekolah tertentu yang katanya paling hebat, promosi obat-2 an tertentu, atau iklan buah-2an import dibumbui cerita khasiatnya dll.

18) Politikus
Kadang-kadang seperti pengamat, suka membahas materi politik, mengkritik lawannya, atau membuat opini pencitraan kelompoknya, atau pencitraan negatif lawannya.

19) Gila lokasi
Gemar mengirim drop pin googlemap.

20) Ghost typist
Nampak "...is typing" tapi gak pernah keluar postingnya. ternyata cuman demen towel keyboard.

21)Wartawan gossip
Gemar memforward berita hangat.

22) Tuna sosial
Hanya muncul kalo ngucapin ultah ato belasungkawa. Takut dikira gak punya solidaritas. Padahal gak ada yg peduli.

23) King copy paste
Copy paste doang bisanya.

24) Zombie
Hanya muncul kalo ada perlu. Abis tuh ngilang lagi.

25) Mr Somse
Selalu merasa paling benar paling pintar.

26) Kolektor lawakan
Punya segudang jokes sebagai amunisi untuk dikeluarin pada saatnya.

27) Mr Salkir
Sering ngirim posting tp salah kamar atau (pura-pura) salah kirim untuk menyembunyikan maksud sesungguhnya, biasanya pamer.

28) Penderita Parkinson
Sering salah ketik tapi gak peduli langsung diposting.

29) Narsistik kuliner. Suka pamer gambar/foto makanan utk sarapan pagi makan siang, makan malam supaya teman nya ngiler.

30) Kepribadian Terbelah.
Sering forward khotbah, ayat suci dll tapi lain waktu juga forward gambar tak senonoh.

Kamu yg mana? He2

/span>

14.10.15

Sejarah Perumusan Kalender Hijriyah

Sejarah Perumusan Kalender Hijriyah

Bisa dikatakan bahwa penanggalan Hijriyah yang banyak dikenal oleh kaum muslim itu adalah produk politik yang dikeluarkan semasa Sayyidina Umar bin Khottob menjabat khalifah. Dikatakan demikian karena memang motivasi terbentuknya penanggalan tersebut guna kelancaran sistem kenegaraan ketika itu.

Dalam kitabnya Fathul-Baari (7/268), Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan secara detail runutan kejadian lahirnya penanggalan hijriyah tersebut. Dan perlu diketahui bahwa nama-nama bulan dalam penanggalan hijriyah itu bukanlah wahyu, tapi justru bangsa Arab sejak zaman jahiliyah pun sudah memakai nama-nama itu; seperti Sya'ban, Ramadhan, Syawal dan yang lainnya. Tentang nama-nama tersebut akan kita bahasa di sub bab berikutnya.

Jadi, orang-orang sebelum Nabi lahir pun sudah mengenal nama Rabi' al-Awwal dan juga Rabi' al-Tsani atau juga Rajab serta Dzul-Hijjah. Initinya bahwa nama-nama itu telah ada dan dipakai oleh orang Jahiliyah. Jadi bukan hanya khusus orang Islam saja.

Beliau (Imam Ibnu Hajar al-Asqalani) menceritakan bahwa setelah 2 tahun setengah menjabat sebagai khalifah, tepatnya pada tahun ke 17 Hijrah, sayyidina Umar mendapat kiriman surat dari salah satu gubernurnya, yaitu Abu Musa al-Asy'ari yang mengadu kalau beliau kebingungan; karena banyak surat sayyidina Umar yang datang ke beliau tapi tidak ada tanggalnya.

Dalam rak gubernur terdapat banyak surat yang membuat beliau (Abu Musa al-Asy'ari) bingung untuk menentukan surat mana yang baru dan mana surat yang lama, mana perintah terbaru dan mana perintah sudah usang. Karena itu beliau menyarankan kepada sayyidina Umar untuk membuat sebuah penanggalan agar tidak terjadi lagi kebingungan di antara gubernur-gubernurnya.

Mendapat aduan dan tersebut, akhirnya sayydina Umar memanggil semua staf dan orang penting-nya untuk berdiskusi merumuskan dan memformulasikan sebuah penanggalan agar tidak lagi ada yang kebingungan. Selain itu juga, penanggalan –pastinya- akan sangat membantu kinerja para staf dan gubernur serta masyarakat luas.

Kapan Memulai Tahun?

Setelah berdiskusi dan sepakat bahwa mereka harus memilik standarisasi penanggalan demi kemaslahatan, mereka berselisih dalam menentukan kapan tahun pertama itu dimulai dalam penanggalan mereka? 

Ada yang mengusulkan tahun pertama dimulai di tahun Gajah; dimana Nabi lahir.  Ada juga yang mengusulkan di tahun wafatnya Nabi. Dan tidak sedikit yang mengusulkan di tahun Nabi diangkat menjadi Rasul dimana wahyu pertama turun. Dan juga opsi di tahun hijrahnya Nabi ke Madinah.

Dari 4 opsi ini, akhirnya sayyidina Umar memutuskan untuk memuali tahun di tahun hijrahnya Nabi dari Mekkah ke Madinah atas usulan dan rekomendasi sayyidina Utsman dan Ali r.a. beliau tidak memilih tahun kelahiran dan tahun diangkatnya Nabi menjadi Rasul karena memang ketika itu juga mereka masih berselisih tentang waktu kapan tepatnya Nabi lahir, dan kapan wahyu pertama turun.

Sedangkan tahun wafatnya, sayyidina Umar menolak menjadikannya permulaan tahun karena di tahun tersebut banyak kesedihan. Akhirnya beliau memilih tahun hijrahnya Nabi; selain karena jelasnya waktu tersebut, hijrah juga dianggap menjadi pembeda antara yang haqq dan yang bathil ketika itu. Dan menjadi tonggak awal kejayaan umat Islam setelah sebelumnya hanya berdakwah secara sembunyi-sembunyi.

Karena itulah kalender ini dinamakan kalender Hijriyah; karena yang menjadi acuan awalnya ialah Hijrahnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Padahal sejatinya orang-orang terdahulu menamakannya at-Taqwim al-Qamari (Kalender Bulan), dinamakan Qamar (bulan) karena hitungan harinya berdasarkan putaran bulan, dan itu yang dilakukan oleh para bangsa Arab sejak ratusan dekade.

Apa Bulan Pertama di Tahun Hijriyah?

Setelah bersepakat bahwa awal tahun itu terhitung sejak tahun Nabi Hijrah, perdebatan kembali memanas tentang bulan apakah yang menjadi awal bulan-bulan hijriyah ini?

Tentu saja ada yang menawarkan bulan Rabi' al-Awwal sebagai bulan pertama tahun Hijriyah karena bulan itu ialah bulan Hijrahnya Rasul. Akan tetapi sayyidina Umar justru memilih bulan Muharram untuk jadi bulan pertama pada susunan tahun Hijriyah.

Selain karena rekomendasi sayyidian Utsman, beliau memilih Muharram dengan alasan bahwa hijrah walaupun terjadi di bulan Rabi' al-Awwal, akan tetapi muqadimah (permulaan) Hijrah terjadi sejak di bulan Muharram. Beliau mengatakan bahwa wacana hijrah itu muncul setelah beberapa sahabat membaiat Nabi, dan Baiat itu terjadi di penghujung bulan dzul-hijjah, semangat baiat itulah yang mengantarkan kaum muslim untuk berhijrah. Dan bulan yang muncul setelah dzul-hijjah ialah bulan Muharram. Karena itu beliau memilih Muharram sebagai bulan pertama di tahun Hijriyah.

Nama-Nama Bulan Hijriyah Bukan Wahyu

Yang perlu diketahui bahwa memang nama-nama bulan pada kalender Hijriyah itu bukanlah wahyu yang turun kepada umat Islam. Justru nama-nama itu telah ada sebelumnya dan digunakan berabad-abad lamanya oleh bangsa Arab.

Mereka terbiasa menggunakan bulan sebagai media untuk menentukan waktu; karena itu penaggalan mereka disebut dengan al-Taqwim al-Qamari (kalender Bulan), karena memang basis perhitungannya bergantung pada bulan. Walaupun ada beberapa suku, khususnya di selatan Jazirah Arab (Yaman) yang menggunakan matahari sebagai media menentukan hari.

Kemudian, nama-nama bulan mereka memberi nama sesuai dengan keadaan alam atau keadaan sosiologi dan budaya yang mereka lakukan pada bulan-bulan tersebut. Nah, karena bangsa Arab juga punya kelas yang berbeda (suku), ini membuat mereka berbeda pula dalam kebiasaan dan adat dari setiap masing-masing suku. Karena itu juga, walaupun menggunakan perhitungan yang sama; memakai bulan, mereka berbeda-beda dalam memberikan nama bulannya.

Barulah ketika tahun 412 Masehi terjadi konvensi para petinggi-petinggi dari lintas suku dan kabilah bangsa Arab di Mekkah di masa Kilab bin Marrah (kakek Nabi Muhammad ke-6) untuk menentukan dan menyatukan nama-nama bulan agar terjadi kesamaan, serta memudahkan mereka dalam perdagangan.

Dari perkumpulan itu, muncul 12 nama bulan;

Muharram. [محرم] berarti yang terlarang. Disebut demikian karena memang pada bulan ini, bangsa Arab seluruhnya mengharamkan peperangan. Tidak ada tumpah darah pada bulan ini. ini merupakan hukum adat yang tak tertulis yang berlaku sejak lama. 

Shafar. shafar satu suku kata dengan kata Shifr [صفر] yang berarti kosong. Bulan ini dinamakan shofar atau shifr, karena pada bulan ini bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang.

Rabi' al-Awwal. Sesuai namanya, Rabi' [ربيع] yang berarti musim semi, bulan ini dinamakan demikian karena memang itu yang terjadi.

Rabi' al-Tsani. Namanya mengikuti nama bulan sebelumnya karena musim gugur yang masih berlangsung. Tsani [ثاني] artinya yang kedua.

Jumada al-Ula. Dulu di masa Jahiliyah, namanya Jumada Khamsah. Jumada, asal katanya Jamid [جامد] yang berarti beku atau keras. Dikatakan demikian karena bulan ini adalah musim panas, yang karena saking panasnya, air bisa saja membeku, artinya kekeringan.

Jumada al-Tsaniyah / Jumada al-Akhirah. Namanya mengikuti bulan sebelumnya.

Rajab. Dalam tradisi Arab, bulan Rajab adalah termasuk bulan yang haram bagi mereka untuk melakukan peperangan. Artinya haram membunuh ketika itu. Dinamakan Rajab, karena memang salah satu makna rajab [رجب] dalam bahasa Arab ialah sesuatu yang mulia. Maksudnya mereka memuliakan dirinya dan orang lain dengan tidak membunuhnya. Ada juga yang mengatakan bahwa Rajab berarti melepaskan mata pisau dari tombak sebagai symbol berhentinya perang.

Sya'ban. Asal katanya dari syi'b [شعب] yang berarti kelompok. Dinamakan begitu karena ketika masuk bulan sya'ban, orang-orang Arab kembali ke kelompok (suku) mereka masing, dan mereka berkelompok lagi untuk berperang setalh sebelumnya di bulan Rajab mereka hanya duduk di rumah masing-masing.

Ramadhan. Berasal dari kata Ramadh [رمض] yang maknanya ialah panas yang menyengat atau membakar. Dinamakan seperti itu karena memang matahari bulan ini jauh lebih menyengat dibanding bulan-bulan lain sehingga panas yang dihasilkan lebih tinggi dibanding yang lain.

Syawwal. Bangsa Arab mengenal jenis burung an-Nauq [نوق], yang kalau biasanya hamil di bulan ini dan mengangkat sayap serta ekornya sehingga terlihat kurus badannya burung tersebut. Mengangkat sayap atau ekor disebut dengan Syaala [شال] yang merupakan asal kata dari nama bulan syawal.

Dzul-Qa'dah. Asal katanya dari qa'ada [قعد] yang berarti duduk atau istirahat tidak beraktifitas. Dinamakan demikian karena memang bulan ini orang-orang Arab sedang duduk dan istirahat dari berperang guna menyambut bulan haji, yaitu dzul-hijjah yang mana bulan tersebut adalah bulan diharamkan perang.

Dzul-Hijjah. Sudah bisa dipahami dari katanya bahwa bulan ini adalah bulannya orang berhaji ke Mekkah. Dan memang sejak sebelum Islam datang, bang Arab sudah punya kebiasaan pergi haji dan melakukan thawaf di ka'bah.

/span>

21.9.15

Resolusi Wukuf

Sebentar lagi Umat muslim sedunia akan Melaksanakan berbagai rangkaian ritual kegiatan Haji. tidak terkecuali Calhaj asal Indonesia. di Berbagai media sosial mulai ramai diperbincangkan tema tentang ibadah tahunan ini, mulai dari musibah crane jatuh, saling mengingatkan berpuasa hingga berbagai joke tentang hewan Kurban. dari berbagai tulisan, joke, ataupun konten-konten lain tentang Idul adha, ada satu yang menurut kami paling beda dan patut untuk kami sebarkan demi kemajuan bangsa, Tulisan ini dari sahabat kami di salah satu Group FB Jernih. berikut komplitnya, 
/span>